Trump menunjukkan ketidakpatuhannya terhadap hukum internasional dengan mengancam akan menyerang situs-situs penting yang terkait dengan Iran, jika Teheran berusaha membalasa kematian Jenderal Soleimani.
Bentrokan dimulai ketika jutaan pelayat membawa tubuh Soleimani dari Lapangan Azadi Kerman ke lokasi pemakamannya di pemakaman para martir.
Zarif selanjutnya mengecam Presiden AS, Donald Trump karena mengancam menyerang 52 situs dan kebudaya Iran, jika Teheran membalas pembunuhan Jenderal Soleimani.
Kantor berita al-Forat berbahasa Arab Irak melaporkan bahwa aliansi tersebut memutuskan memindahkan pusat komandonya dari ibukota Irak, Baghdad ke Kota Kuwait pada Selasa (7/1).
Hal ini dilakukan pasca terbunuhnya komandan Pasukan Quds Iran, Jenderal Qassem Soleimani, dalam serangan udara Amerika Serikat (AS).
Forum itu akan memberi Zarif sorotan global untuk mengkritik AS karena membunuh Soleimani.
Duta Besar Rob Macaire di Teheran dan Stephen Hickey di Baghdad akan tetap berada di pos mereka
Lusinan warga keturunan Iran-Amerika dilecehkan dalam proses interogasi yang berlangsung selama berjam-jam di perbatasan Amerika Serikat (AS).
Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (AS) tidak akan menuruti keinginan Presiden Donald Trump, untuk meledakkan 52 situs budaya bersejarah milik Iran.
Menteri Pertahanan Amerika Serikat Mark Esper menyatakan bahwa AS siap duduk bersama Iran