Presiden Jokowi berkomitmen untuk menindak tegas kelompok dan organisasi masyarakat (Ormas) yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.
Presiden Jokowi memberi sinyal pembuktian bahwa negara berada di atas semua pihak dan golongan.
Rumah Gerakan 98 melakukan gerakan "Merawat Kebangsaan" yang bertujuan untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta rongrongan para sengkuni.
Undangan khusus ini disampaikan oleh Menteri Kebudayaan dan Informasi Dr Awad al-Awad
Novel dan pihak keluarga kecewa dengan langkah kepolisian mengungkap teror tersebut.
Simpatisan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengkritisi pemerintahan Presiden Jokowi yang tidak memiliki rasa keadilan.
Ia bahkan didapuk sebagak presiden perempuan pertama di negara Amerika Latin tersebut.
Agenda presiden wanita asal Amerika Latin tersebut adalah peletakan karangan bunga.
Sesuai janji Presiden Jokowi warga yang mendapat haknya berjumlah 600 KK, sedangkan Djalil hanya menyebut 96 KK saja.