COVAX adalah program yang didukung Organisasi Kesehatan Dunia untuk menyediakan vaksin bagi negara-negara miskin dan berpenghasilan menengah.
Ghana dan Pantai Gading menjadi negara pertama pada Senin yang mulai memvaksinasi orang dengan dosis yang dipasok oleh COVAX, program internasional untuk menyediakan vaksin bagi negara-negara miskin dan berpenghasilan menengah.
Pada bulan Desember, Taiwan mengatakan telah setuju untuk membeli hampir 20 juta dosis vaksin, termasuk 10 juta dari AstraZeneca dan 4,76 juta dosis dari program vaksin global COVAX.
COVAX, juga didukung oleh Koalisi untuk Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi dan Gavi the Vaccine Alliance, akan mengirimkan sejumlah kecil vaksin dari AstraZeneca dan Pfizer, bahkan ketika negara-negara kaya telah mengambil sebagian besar dosis Barat.
Iran telah membeli 16,8 juta dosis vaksin COVID-19 dari COVAX, sebuah kelompok multi-lembaga yang didedikasikan untuk memastikan akses yang adil terhadap vaksin ke negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.
Alokasi tersebut mencakup 240 juta dosis vaksin AstraZeneca-Oxford COVID-19 yang dibuat Serum Institute of India, tambahan 96 juta dosis dari suntikan yang sama yang dibuat oleh AstraZeneca, ditambah 1,2 juta dosis vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech.
Khusus melalui platform multilateral, Kemenlu terus aktif mengamankan potensi perolehan vaksin hingga 20% penduduk melalui mekanisme COVAX-AMC.
Iran telah memesan sekitar 16,8 juta suntikan COVAX, sebuah proyek vaksin yang disetujui oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Uni Eropa dan Amerika Serikat (AS) sudah maju dalam upaya mengamankan dosis vaksin
Sembilan vaksin eksperimental sedang disiapkan untuk fasilitas vaksin global COVAX WHO yang bertujuan untuk mendistribusikan 2 miliar dosis pada akhir tahun 2021.