Penurunan NTP yang dirilis oleh BPS terjadi di tengah-tengah deflasi 0.02 persen, diakibatkan oleh penurunan harga yang dihasilkan oleh petani.
Menurut Menteri Bambang, penggunaan data statstik, selain terkendala soal waktu, juga masih menimbulkan spekulasi.
PDB per kapita per provinsi menunjukan ketimpangan. Seperti di Jakarta US$18.000 jauh dibanding NTT US$3.000 sekian.
Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), sektor pertanian merupakan sektor kedua yang paling berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi, setelah industri pengolahan
Peningkatan impor terjadi baik pada sektor non-migas sebesar 9,29% dan Migas 13,89%.
Ekspor di Oktober sebesar US$ 12,68 miliar atau naik 0,88% dibandingkan September 2016
Hampir seluruh sektor mengalami kenaikan penyerapan tenaga kerja pada periode ini, kecuali sektor konstruksi yang turun sebanyak 230 ribu orang.
Dari 82 kota IHK, 48 kota mengalami inflasi dan 34 kota mengalami deflasi
Secara kumulatif, neraca perdagangan periode Januari-September 2016 juga masih surplus US$ 5,67 miliar
Inflasi tertinggi terjadi di Sibolga 1,85% dan inflasi terendah di Purwokerto dan Banyuwangi masing-masing 0,02%