Sosialisasi dan pertunjukan seni budaya islam itu tak hanya menarik para santri namun juga mengundang ratusan masyarakat datang. Sehingga hari itu suasana di Pesantren Miftahul Huda Musri menjadi pusat keramaian yang meriah.
"Kami ingin berjihad memenangkan Pak Jokowi-Kiai Ma`ruf untuk menjaga marwah Ahlusunnah Wal Jamaah,” kata founder gerakkan santri milenial Ahmad Athoillah.
Santri dan pengasuh pesantren dari Aceh hingga Papua datang memenuhi panggilan jihad yang digelar di Pondok Pesantren Assidiqiyah II, Batu Ceper, Kota Tangerang.
Bagi para santri, kemenangan bagi Jokowi-Ma`ruf sangat penting karena pasangan inilah yang diyakini merupakan pasangan yang memiliki visi yang sesuai dan mampu penjaga marwah Ahlusunnah Wal Jamaah.
Peserta tersebut terdiri dari petani, santri tani milenial, Gerakan Petani Muda Indonesia (Gempita), penyuluh dan pendamping desa.
Pengasuh Ponpes An Nur, KH Ahmad Fahrur Rozi (Gus Fahrur) menjelaskan, pertemuan kali ini juga untuk merukunkan para alumni pesantren.
Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengapresiasi sikap para kiai dan santri yang telah menjadi penyejuk ditengah suasana kebangsaan yang semakin menghangat jelang kontestasi Pemilu 2019.
Relawan Jokowi Deui selalu berdampingan dengan pesantren, dalam rangka mendukung Jokowi-Ma`ruf. Mereka tetap melakukan kebaikan.
Panglima TNI akan meresmikan Kesatuan Santri Patriot Pondok Pesantren Nurul Jadid, serta Resimen Mahasiswa Unuja Probolinggo.
"Santri yang mandiri dan mampu berwirausaha, diharapkan bisa berkontribusi untuk kepentingan negara," ujar Kiai Ma`ruf.