Pemerintahan Presiden Jokowi diminta untuk jujur dan transparan terkait divestasi saham PT Freeport Indonesia sebesar 51 persen. Sebab, jika tidak, pemerintah secara terus menerus melakukan pembohongan kepada rakyat.
Presiden Jokowi sebagai calon presiden (Capres) dari petahana dinilai cukup mudah untuk ditumbangkan dalam kontestasi Pilpres 2019 mendatang.
PKS dibawah pimpinan Sohibul Iman dinilai sedang diambang kehancuran menjelang menghadapi Pemilu 2019. Bagaimana tidak, sejumlah calon anggota legislatif (Caleg) PKS dikabarkan akan mundur.
Sejumlah Caleg dari PKS dikabarkan akan mundur. Hal itu menyikapi langkah kontroversi Presiden PKS, Sohibul Iman yang meminta seluruh caleg menandatangi surat pernyataan siap mengundurkan diri.
Pemerintahan Presiden Jokowi dinilai lemah dalam mendongkrak kejayaan Indonesia. Sebab, bangsa Indonesia saat ini sedang mengalami keterpurukan.
Peluang Presiden Jokowi untuk menang dalam kontestasi Pilpres 2019 mendatang dinilai tipis. Alasannya, pemerintahan Jokowi disebut banyak membuat kesalahan.
Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menyambut positif pesan yang disampaikan Kapolri Jenderal Tito Karnavian dalam videonya di Hari Ulang Tahun Polri ke-72 tahun pada Minggu, 1 Juli 2018 kemarin.
Kontestasi Pilpres 2019 dinilai tidak akan menarik dan bahkan lesu.
Elite Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dinilai telah merampas hak imunitas yang dimiliki oleh anggota DPR sebagaimana diatur dalam konstitusi. Kader PKS yang duduk di legislatif mau dikerangkeng.
Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengusulkan pembiayaan untuk kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) diambil alih negara. Mekanisme penggunaan dana kampanye juga harus jelas supaya tidak ada penyimpangan di lapangan.