Muhaimin Iskandar mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak terprovokasi atas peristiwa ledakan teror bom di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, Selasa (24/5).
Presiden Jokowi mengatakan, pelaku pengeboman sudah keterlaluan karena menyebabkan banyak korban.
Pada tragedi tersebut, tiga polisi itu meninggal dunia ketika mengawal pawai obor jelang Ramadan.
Mengheningkan cipta sempat diadakan sebelum pertandingan, yang berubah menjadi tepuk tangan, untuk menghormati 22 orang yang terbunuh dan 64 lainnya cedera dalam ledakan
Kepada keluarga korban, Teten sempat menyampaikan duka cita. Empati dan belasungkawa juga disampaikan Teten terhadap sejumlah korban asal Polri.
Lima korban merupakan anggota Polri. Satu anggota meninggal dunia. Empat lainnya mengalami luka-luka dan sudah dibawa ke rumah sakit terdekat.
Pasca ledakan bom, polisi langsung melakukan sejumlah kegiatan. Di antaranya melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan penyisiran oleh tim Gegana dan Brimob.
Kondisi tiga pasien laki-laki itu, kata Sari, dalam keadaan sadar dan tengah ditangani secara intensif.
Di halte koridor 5 arah Kampung Melayu terpaksa harus mengakhiri perjalanan di Halte Slamet Riyadi.
Sedangkan korban sipil mulai dari supir hingga seorang mahasiwa berjumlah 5 orang. Mereka juga sudah dilarikan ke rumah sakit. Ledakan bom sendiri diduga terjadi disekitaran parkiran dan toilet.