Istana negara menjadi target sasaran ledakan bom berbentuk panci yang ditemukan di Bintara, Bekasi, Jwa Barat.
Ledakan bom ini terjadi saat kian tegangnya negeri setelah kekerasan bersenjata di Provinsi Rakhine dan bentrok antara tentara dengan pihak pemberontak.
Ledakan ini terjadi hanya berselang beberapa jam setelah dua warga sipil tewas dalam bentrokan di wilayah utara Myanmar yang berbatasan dengan China.
Intan Olivia Marbun (2,5), salah seorang balita korban ledakan bom di Gejera Oikoumene Samarinda, Kalimantan Timur, meninggal dunia.
Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif mengutuk ledakan itu dan berikrar akan menghapuskan fanatisme dari negeri tersebut.
Ledakan berasal dari sebuah sepeda motor yang di parkir di halaman resto bar tersebut.
Meskipun tidak terluka, ledakan iPhone tersebut merusak meja samping tempat tidurnya, sebuah kacamata dan perlengkapan Apple Watch.
Walikota de Blasio mengatakan, tidak melihat adanya kaitan dengan terorisme. Sehingga, katanya, terlalu dini untuk memastikannya.
Keduanya merupakan mahasiswi yang mengenyam pendidikan di Turki berkat beasiswa dari sebuah lembaga swadaya masyarakat asal Turki bernama PASIAD.
Serangan seperti itu takkan bermanfaat bagi tujuan tak manusiawi pelaku teror dan akan meningkatkan persatuan di kalangan rakyat dalam perang.