Para peziarah yang diizinkan untuk melakukan haji terdiri dari berbagai negara yang tinggal di Kerajaan dan harus sepenuhnya divaksinasi terhadap COVID-19.
Tahun ini, kuota dibatasi hanya 60ribu, serta bagi warga Saudi dan ekspatriat yang sudah menetap di sana.
Kerajaan Arab Saudi pada Senin (12/7/2021) yang memasukkan vaksin Sinovac dan Sinopharm dalam daftar vaksin yang diterima sebagai syarat masuk Saudi.
Izin dikeluarkan untuk warga negara dari 150 negara. Prioritas diberikan kepada mereka yang belum pernah melakukan haji sebelumnya, dan kelompok umur tertentu.
Konsul Haji KJRI Jeddah, Endang Jumali mengatakan hingga penutupan, lebih dari 558 ribu jemaah yang mendaftar.
Semua badan dan departemen bidang dan administrasi bekerja untuk meningkatkan hasil bisnis dan layanan melalui rencana dan program yang telah disiapkan sebelumnya.
Lebih dari 470.000 aplikasi telah diterima pada Rabu pukul 5 sore. karena semua memenuhi syarat imunisasi dan belum pernah haji sebelumnya.
Pendaftaran bagi mereka yang ingin melakukan haji pada tahun 2021 dibatasi untuk warga dan penduduk di dalam Kerajaan, dengan total 60.000 peziarah, sehubungan dengan pandemi penyakit coronavirus (COVID-19).
HNW mengapresiasi pihak Kemenag RI dan BPKH yang peka dengan masalah ini, dengan komitmen yang sudah diumumkan untuk mempermudah urusan jemaah calon haji dan tidak mengancam antrean mereka.
Menag berharap, keputusan ini juga mengakhiri polemik atau munculnya informasi hoaks selepas pengumuman pembatalan keberangkatan jemaah haji Indonesia pada 3 Juni lalu.