Menjadi kebanggaan bagi kita ketika pemudi PUI berkumpul di sini untuk memberikan kontribusi positif bagi bangsa kita, karena kita memang harus mewarisi semangat para pendahulu kita yang gigih dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia untuk menyambut masa depan bangsa yang lebih baik.
Tugas kita adalah menjaga apa yang telah diperjuangkan para pendiri bangsa agar Indonesia tetap bersatu dan tidak terpecah-pecah.
Peran Empat Pilar akan sangat maksimal dirasakan dampaknya jika masyarakat Indonesia memiliki komitmen kuat untuk menjadikannya sebagai pegangan hidup dalam menjalankan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Empat Pilar MPR (Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika) adalah nilai-nilai luhur bangsa yang harus ada menyatu kuat dalam diri setiap rakyat Indonesia dan menjadi karakter dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.
Dalam sosialisasi itu, Hidayat mengatakan sesuai dengan UUD dan UU, partai politik bisa hadir dan eksis supaya demokrasi menjadi lebih berkualitas melalui wakil rakyat yang berkualitas dan presiden yang berkualitas.
UUD NRI Tahun 1945, lanjut Syarief Hasan, merupakan landasan yuridis bagi setiap pemimpin dan warga negara Indonesia.
Juga menularkannya kepada generasi muda, kepada anak-anak, sahabat dan teman-teman agar bangsa ini tetap kondusif dan aman.
Dalam diskusi yang digelar, Arya Wedakarna mengatakan salah satu tugas MPR adalah mensosialisasikan Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika atau yang popular dengan sebutan Empat Pilar MPR.
Bersama MPR RI, TNI harus terlibat dalam vaksinasi ideologi menggunakan vaksin `Empat Pilar MPR RI`, untuk meningkatkan imunitas masyarakat agar memiliki kekebalan dalam menghalau nilai-nilai asing yang mengancam jati diri dan karakter bangsa Indonesia.
Agar setiap anggota dan pengurus partai tahu peran masing-masing dalam kehidupan berdemokrasi.