Presiden Iran Ebrahim Raisi sebut kematian Mahsa Amini insiden tragis.
Ebrahim Raisi tak terima tindakan kekacauan atas kematian Mahsa Amini.
Presiden Raisi Mengatakan Sanksi Harus Dicabut untuk Mencapai Kesepakatan Nuklir.
Negara-negara Islam harus kompak dan bersatu dalam membela perjuangan rakyat Palestina.
Iran mendukung segala upaya yang akan mengarah pada penyelesaian damai konflik di Ukraina dan siap memainkan peran untuk membantu memulihkan perdamaian dengan cara apa pun yang memungkinkan.
Di sela KTT, ia diperkirakan akan melakukan pembicaraan dengan para pemimpin negara peserta.
Di bawah hukum Islam Iran, seorang pembunuh yang dihukum dapat dieksekusi kecuali keluarga korban setuju untuk mengambil "uang darah" melalui rekonsiliasi.
Pembicaraan tidak langsung antara Iran dan AS, yang terhenti pada Juni setelah pemilihan Presiden garis keras Iran Ebrahim Raisi, akan dilanjutkan pada 29 November di Wina untuk menemukan cara untuk memulihkan kembali kesepakatan 2015.
Pada musim panas 1988, rezim Iran melakukan eksekusi massal rahasia terhadap 30.000 tahanan politik, 90 persen di antaranya adalah anggota kelompok oposisi utama Iran, Mujahidin-e-Khalq.
Sebelumnya, kelompok yang mengatasnamakan Predatory Sparrow mengklaim melakukan peretasan, tetapi badan pembuat kebijakan internet Iran menduga ada aktor negara di baliknya.