Dari hasil rekapitulasi penghitungan suara Pilpres 2019 di Provinsi Kalimantan Barat, pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma`ruf Amin menang atas Prabowo-Sandiaga Uno.
Dari hasil rekapitulasi suara tingkat provinsi yang disahkan Komisi Pemilihan Umum (KPU), pasangan nomor urut 01 Jokowi-Ma`ruf Amin unggul atas pasangan nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga di Kalimantan Utara.
"Isu kecurangan itu lebih cenderung sebagai sesuatu yang dibangun untuk mendelegitimasi penyelenggara, dan endingnya untuk menolak hasil pemilu," jelas Karyono.
"Isu Setan Gundul ini, memberi bukti bahwa ada upaya pembisik yang selalu mendorong Prabowo mengambil langkah grasa grusu, bahkan berujung hoaks," jelas Umbas.
"Mari belajar dari sportivitas olahraga. Jangan karena kalah, lalu menyalahkan wasit dan panitia. Barcelona tak menghasut penonton hanya karena kalah untuk melakukan perlawanan terbuka. Walau tersingkir, Barcelona bisa menerima dengan baik karena ada nilai sportivitas itu," beber Hasto.
Berdasarkan data Situng KPU per Sabtu (4/5) sore, Jokowi-Ma’ruf mendapatkan 56,12 persen suara. Sedangkan Prabowo-Sandi masih 43,88 persen.
Joko Widodo-Ma’ruf Amin masih unggul sementara atas paslon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
Riano selaku pimpinan Relawa LRJ mengaku telah membangun komunikasi dengan saudara sesama bangsa dari Relawan Pendukung Prabowo-Sandi.
"Kami undang 5 personil, 2 dari BPN dan 3 dari pengamat politik, dan disaksikan oleh media dan perwakilan mahasiswa, untuk melihat pusat hitung suara kami. Lalu setelah itu giliran kami datang ke Pusat Hitung BPN. Biar rakyat tahu, mana yang klaim dengan bukti, dan pihak mana yang memprovokasi," tegasnya.
Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto mengapresiasi langkah masyarakat dan relawan yang penuh semangat mengawal proses penghitungan suara pemilu 2019 dari potensi kecurangan.