Dua ekonomi terbesar dunia itu sepakat melakkan genjatan senjata selam 90 hari setelah Trump dan Presiden China, Xi Jinping bertemu di sela-sela KTT G-20 di Argentina pada Sabtu (1/12).
Xi mengatakan dua ekonomi terbesar dunia sangat normal memiliki beberapa perbedaan dalam bidang ekonomi dan perdagangan.
Namun sejak pernyataan Trump itu disampaikan belum ada pernyaan resmi dari China.
China setuju untuk mulai membeli produk pertanian dari petani AS "segera".
Terobosan itu terjadi setelah pertemuan makan malam antara Presiden Donald Trump dan pemimpin Cina Xi Jinping disela-sela KTT Kelompok 20 di Buenos Aires.
Setelah Mohammad Bin Salman menjabat sebagai menteri pertahanan pada tahun 2015, ia membentuk koalisi yang disebut `Koalisi Arab` untuk perang melawan Yaman.
China dan Amerika Serikat berpeluang mencapai kesepakatan perdagangan pada pertemuan G20 di Argentina pekan ini.
Dalam KTT tersebut, Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping akan mengadakan pembicaraan mengenai perdagangan, di Buenos Aires pada hari Sabtu mendatang.
Guterres mengatakan ada peluang bahwa pembicaraan damai antara pihak-pihak yang bertikai Yaman bisa diadakan di Swedia pada awal Desember mendatang.
Pemilihan Senat yang direncanakan mengakhiri dukungan AS untuk koalisi yang dipimpin Saudi tidak dan akan merusak upaya utusan khusus PBB