Keinginan Presiden FIFA Gianni Infantino untuk menambah klub pada turnamen bergengsi itu disebabkan berbagai permasalah politik yang terjadi di antara negara Timur Tengah.
Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud menyerukan diadakannya KTT Teluk dan Arab di Makkah pada 30 Mei menyusul serangan terhadap dua instalasi minyak di Arab Saudi dan empat kapal di lepas pantai UEA.
Kementerian Luar Negeri Qatar diam-diam melakukan kunjungan ke Iran untuk membahas situasi yang memanas di Teluk.
Kementerian juga meminta Riyadh untuk menghapus tindakan diskriminatif terhadap Qatar dan penduduk negara Teluk Persia.
Bantuan tersebut akan mendukung program kesehatan dan pendidikan dari Otoritas Palestina (PA) yang berbasis di Ramallah, yang mengendalikan bagian-bagian Tepi Barat.
Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri Qatar menyatakan kepuasannya atas pembebasan kapal itu.
Sementara itu, Qatar belum mengkonfirmasi akan mendeportasi warga Mesir di negara itu.
Doha tak akan memberikan visa kepada mereka yang dianggap musuh, mengacu pada orang Mesir yang ingin memasuki negara Teluk Persia.
Pemain berusia 39 tahun itu telah mewakili Al Sadd di Liga Bintang Qatar sejak meninggalkan Barca di akhir kampanye 2014-15 yang memenangkan treble.
Pertemuan itu setelah badan pengatur sepak bola (FIFA) berusaha untuk memasukkan setidaknya satu klub lagi di Negara Teluk itu untuk meningkatkan jumlah dalam turnamen tersebut.