Pemulangan pasaukan Amerika Serikat (AS) dari timur laut Suriah akan dilakukan dengan cara yang "benar-benar menjamin" keamanan Israel.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut pembicaraan perdagangan dengan China berjalan baik. Dia juga menggarisbawahi, kelemahan dalam ekonomi merupakan alasan Beijing melakukan kesepakatan.
Pawai dimulai dari Kizilcubuk, provinsi Kars, tempat pertempuran melawan Tentara Kaukasus Rusia pada 1914 dimulai.
295.000 warga Suriah, yang melarikan diri dari perang saudara di negara mereka, telah kembali ke rumah dari Turki pada tahun 2018.
Dalam latihan ini termasuk strategi penyelamatan dan anti pembejakan menurut komandan angkatan laut Iran, pada Minggu (6/1).
Pemimpin China Xi Jinping mengatakan kepada militer untuk meningkatkan pelatihan dan persiapan mereka untuk perang habis-habisan, jika diperlukan.
New Delhi memberikan USD3 miliar atau Rp43,044 trliun dalam bentuk bantuan pembangunan kepada negara yang dilanda perang.
Trump secara langsung mengkonfirmasi kepada wartawan, ia belum pernah menetapkan jadwal apa pun untuk menarik 2.000 tentara Amerika yang ditempatkan di Suriah di tengah pertempuran melawan gerilyawan ISIS.
Media AS mengutip pejabat militer, melaporkan, penarikan itu akan dilakukan dalam 30 hari.
Penarikan ini sebagian besar bersifat prosedural, namun merupakan pukulan baru bagi UNESCO, yang didirikan bersama AS setelah Perang Dunia II untuk mendorong terciptanya perdamaian.