Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menampik kemungkinan perang dengan Amerika Serikat (AS), kendati Teluk akhir-akhir ini memanas
Keputusan itu muncul di tengah meningkatnya perang dagang AS dengan China atas sengketa perdagangan.
Tarif tersebut berada di tingkat yang sama dengan sebelum Trump memutuskan untuk menggandakannya Agustus lalu di tengah ketegangan terkait penahanan seorang pendeta AS, yang telah dibebaskas Turki.
Guterres menggambarkan bangunan yang terletak di Enewetak Atoll di Kepulauan Marshall itu sebagai "peti mati" dan merupakan warisan uji coba nuklir era Perang Dingin di Pasifik.
China menegaskan bahwa perang dagang dengan Amerika Serikat (AS) tidak serta membuat perekonomian negara itu lumpuh.
Kementerian Kebudayaan Palestina mengatakan serangan tersebut adalah kejahatan perang sistematis Israel yang menargetkan memori rakyat Palestina.
Surat perintah itu akan membuka jalan bagi larangan melakukan bisnis dengan produsen teknologi informasi Huawei, asal China, meskipun tidak menyebutkan nama negara atau perusahaan tertentu.
Adapun untuk mencapai diplomasi antara Teheran dan Washington, syaratnya ialah AS tidak boleh lagi melakukan perang apapun di Timur Tengah.
Peskov menegaskan, hubungan Rusia dan AS lebih buruk dari Rusia-China.
Khamenei mengatakan, setiap konfrontasi antara AS dan Iran tidak akan menjadi perang militer, dan bahkan tidak akan ada perang apa pun.