Pasalnya, menurut sejumlah media pemerintah China, untuk menyelesaikan polemik dagang yang berlarut-larut, butuh lebih dari sekadar pertemuan tunggal.
Badan Pengungsi Organisasi Internasional menyebutkan, sedikitnya 71 juta orang telah terlantar akibat perang, kekerasan, dan penganiayaan di seluruh dunia
AS di bawah Presiden Trump sebagai negara penghasut perang terbesar dunia.
Amerika Serikat sengaja membuat tudingan untuk dijadikan dalih menuju ke medan perang.
Washington juga mendesak Israel mempertimbangkan implikasi keamanan investasi asing di Yerusalem.
Siapa pun yang memulai perang dengan kita tidak akan menjadi orang yang menyelesaikannya.
Tarif sepihak Amerika Serikat (AS) terhadap produk China bisa berdampak serius pada pasar global.
Zarif menegaskan bahwa pihaknya tidak akan pernah merasa aman, selama Amerika Serikat (AS) menggencarkan perang ekonomi.
Rodong Sinmun mengatakan, perang perdagangan AS-China kian "sengit" meski perdagangan sudah adil ataupun pertumbuhan ekonomi sedang normal.
AS dan China telah terlibat perang dagang sejak tahun lalu ketika Trump mulai mengenakan tarif barang-barang China senilai miliaran dolar.