Situasi yang meningkat antara Israel dan Palestina melanggar piagam PBB yang mengatur tidak dapat diterimanya akuisisi wilayah dengan kekerasan dan melarang segala ancaman terhadap perdamaian, keamanan, dan stabilitas internasional.
Pasukan Israel dengan sengaja menargetkan dua jaringan pipa air di daerah Al-Saftawi yang memotong pasokan untuk 20 persen penduduk Kota Gaza.
Israel menyetujui gencatan senjata dengan kelompok perlawanan Palestina (Hamas) di Gaza.
Kanselir Angela Merkel pada Kamis (20/5) menegaskan posisinya untuk membela hak Israel mempertahankan diri, dari tembakan roket dari Jalur Gaza.
Sebuah kelompok yang menamakan diri "Aksi Palestina" memboikot salah satu bangunan milik pabrik senjata Israel di Leicester, Inggris.
Menurutnya, ini membuktikan ajaran agama hakekatnya bisa bertemu dengan kepedulian membela kemanusiaan dan melawan segala bentuk ketidakadilan.
Rumah dan apartemen menjadi sasaran selain situs militer milik Hamas dan Jihad Islam, memaksa lebih banyak keluarga dari daerah perbatasan untuk meninggalkan rumah mereka dan mencari perlindungan di sekolah-sekolah yang dikelola PBB.
Pemboman Israel di Gaza telah memicu ekstremisme dan memberdayakan para ekstremis di kantong Palestina, menyerukan semua pihak untuk menghentikan kekerasan yang meletus minggu lalu.
Syarief Hasan juga menyebutkan, agresi militer yang dilakukan oleh Israel telah membuka borok Israel yang ingin mencaplok wilayah Palestina secara keseluruhan.
Gambar turis asing baru-baru ini beredar di media sosial, dengan banyak aktivis mengklaim sebagian besar adalah orang Israel.