Indonesia sebagai negara tropis yang wilayahnya sebagian besar berombak hingga bergunung juga mengalami laju degradasi lahan yang tinggi.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyatakan, Kementan berupaya menyelesaikan mega proyek food estate seluas 30.000 hektar hingga akhir tahun 2020 di Kalimantan Tengah (Kalteng).
Dukungan pemerintah bagi pelaku ekonomi sangat dibutuhkan, terutama di masa Pandemi covid-19.
Dengan mengoptimalkan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), penyuluh dan petani bersinergi di musim tanam musim tanam ke III di hampir semua desa di Kecamatan Cawas, pada lahan seluas 1700 hektare.
Sebelumnya di Balitnak sudah ada empat ekor sapi Belgian Bluemurni hasil TK, hingga saat ini Balitnak memiliki lima ekor sapi Belgian Blue murni dengan jumlah empat jantan dan satu betina.
Dengan anggaran sebesar Rp1,1 triliun atau meningkat 22% dibandingkan tahun 2020 yang hanya sebesar Rp906,5 miliar, nantinya akan digunakan untuk pembelian sarana perkarantinaan.
Pertemuan ini sangat penting dalam upaya akselerasi pembangunan pertanian mengingat peran sektor pertanian di tengah dampak pandemi COVID-19 menjadi penyelamat perekonomian negara.
Produk olahan setengah jadi yang dibuat adalah Aneka Tepung, antara lain tepung pisang, tepung ganyong, tepung mokaf, tepung talas dan tepung ubi jalar.
AWR sendiri berfungsi sebagai pusat data dan sistem kontrol pembangunan pertanian nasional berbasis teknologi yang dimiliki oleh Kementan. Sistem ini nantinya akan digunakan sebagai pemicu tumbuh kembangnya produksi di atas angka rata-rata.