Nasir menyebut daya saing Indonesia cukup rendah yaitu di peringkat 36 dari 137 negara.
Masing-masing kementerian, menurut Nasir, mengambil peran yang berbeda dan tidak terkait satu sama lain.
Menurut Nasir, kampus memang mimbar akademik. Namun dia tak menolerir jika terdapat aktivitas yang mengancam keamanan nasional
Nasir menyerukan kepada seluruh rektor perguruan tinggi, supaya mengawasi kegiatan mahasiswa dan dosen di lingkungan kampus
Nasir mengungkapkan sebelumnya Baznas juga berkolaborasi dengan Yayasan Baitussalam dalam merealisasikan program penggemukkan sapi potong.
Data itu, sudah dia jadikan acuan untuk melarang radikalisme di perguruan tinggi, jauh-jauh hari
Presiden Jokowi diimbau agar peka dan sensitif terhadap kebutuhan anggaran Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Sebab, BNPT memiliki peran yang lebih besar setelah disahkannya UU Antiterorisme.
Anggota Komisi VII DPR RI Muhammad Nasir meminta kepada Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bambang Gatot Ariyono, untuk mengevaluasi izin ekspor pertambangan.
Hadir pula dalam acara itu Menpora Imam Nachrawi, Menristekdikti Mohamad Nasir, anggota MPR Fraksi PKB Abdul Karding, Arzenti Bilbina, dan Syaiful Bachri.
Anggota Komisi III DPR RI M. Nasir Djamil menyampaikan, maraknya kasus terorisme mengandung propaganda asing yang bisa mengancam kedaulatan negara.