Presiden Joko Widodo memiliki peluang besar memenangkan kursi kepresidenan keduanya.
Kursi Ketua DPR untuk menggantikan posisi Setya Novanto masih menjadi spekulasi. Sebab, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto belum memutuskan kadernya untuk menjadi Ketua DPR. Siapa kira-kira Ketua DPR yang bakal ditunjuk Partai Golkar?
Kursi pimpinan DPR menjadi rebutan anggota hingga partai politik yang berada di parlemen. Sejumlah fraksi di DPR menginginkan anggotanya duduk di kursi "empuk" tersebut.
Pimpinan DPR menyerahkan kepada Partai Golkar terkait pengganti posisi Setya Novanti dari kursi Ketua DPR. Sebab, Ketua DPR merupakan domain dari Partai Golkar.
Setelah terpilih menjadi ketua umum (Ketum) Partai Golkar, Airlangga Hartarto diminta segera untuk mengundurkan diri dari kursi Menteri Perindustrian di Kabinet Presiden Jokowi.
PKB menargetkan 100 kursi DPR RI pada pemilu legislatif 2019 mendatang.
Dengan pelimpahan itu, tak lama lagi Novanto akan duduk di kursi pesakitan pengadilan tindak pidana korupsi untuk diadili.
Meski sejumlah nama telah bermunculan untuk mengisi kursi Ketua DPR menggantikan posisi Setya Novanto, Politikus PDI Perjuangan (PDIP) lebih memilih Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet).
Perlu ada figur muda yang memiliki prestasi politik sekaligus peka terhadap peningkatan kesejahteraan rakyat untuk menduduki kursi Ketua DPR menggantikan posisi Setya Novanto.
Presiden Jokowi berpotensi untuk mengambil alih kursi Ketua Umum Partai Golkar untuk menggantikan posisi Setya Novanto.