Presiden Lebanon Michel Aoun pada Kamis (24/5) kemarin mengeluarkan keputusan resmi terkait penetapan Saad Hariri sebagai perdana menteri baru
Pasukan Keamanan Negara Arab Saudi mengatakan, pihaknya akan memerangi pendanaan teror, dan akan diprioritaskan kepada kepemimpinan Hezbollah, properti dan keuangan mereka.
Pernyataan itu disampaikan saat melakukan konferensi pers keamanan di Kota Herzliya, Israel, pada Rabu (9/5) waktu setempat.
Pemimpin Hizbullah Libanon mengatakan bahwa kelompoknya dan sekutu-sekutunya di wilayah tersebut akan memperbarui fokus mereka pada perjuangan Palestina .
Sekretaris Jenderal gerakan perlawanan Hizbullah Lebanon, Sayyed Hassan Nasrallah menyebut pengakuan Yerusalem (al-Quds) sebagai ibukota Israel merupakan penghinaan.
Mentri Luar Negeri Arab Saudi (Menlu), Adel al-Jubeir kembali menegaskan bahwa solusi di Lebanon adalah menarik senjata dari kelompok teroris Hizbullah
Perdana menteri Libanon mengatakan memberikan solusi terkait senjata Hizbullah adalah masalah regional dan Lebanon tidak bisa berbuat apa-apa terkait masalah ini.
Perdana Menteri Lebanon Saad al-Hariri mengatakan, ia tidak akan menerima posisi Hizbullah yang didukung Iran mempengaruhi saudara Arab kami atau menargetkan keamanan dan stabilitas negara mereka
Pengawal Revolusi Iran, Mohammad Ali Jafari menegaskan bahwa pelucutan senjata Hizbullah di Lebanon tidak dapat dinegosiasikan
Presiden Lebanon Michel Aoun menolak pernyataan Liga Arab yang menyebut Hizbullah sebagai teroris, menyusul pertemuan yang dipimpin Arab Saudi