Negeri Para Mulllah itu menyebut tindakan London itu salah dan tidak bertanggung jawab.
Inggris menambahkan sayap politik kelompok bersenjata Hizbullah Lebanon ke dalam daftar organisasi "teroris" yang dilarang.
Nasrallah juga membenarkan, ada terowongan di perbatasan antara Lebanon dan wilayah Palestina yang diduduki. Ia mengatakan keterlambatan dalam menemukan terowongan membuktikan kegagalan intelijen Israel.
Militer Israel mengaku telah menemukan terowongan terakhir yang digali oleh kelompok militan Syiah Lebanon ke wilayahnya untuk serangan lintas-perbatasan.
Pasukan Pertahanan Israel menuduh kelompok militan, yang dianggap sebagai organisasi teroris oleh Amerika Serikat dan Israel, berencana menggunakan terowongan untuk melakukan kekerasan.
Iran telah mensponsori Hezbollah di selatan Lebanon di sepanjang perbatasan Israel, yang menyatakan bahwa gudang senjata Hizbullah berkembang menjadi lebih dari 150.000 rudal dan roket.
Menteri Pertahanan Rusia, Sergey Shoygu mengklaim Israel bertanggung jawab, yang kemudian dibantah Israel. Militer Israel menyalahkan Hizbullah dan Iran atas insiden itu.
Hizbullah adalah gerakan yang memiliki kekuatan besar, sehingga banyak yang ingin menghancurkannya. Namun, ia menilai Lebanon takkan melakukan hal tersebut.
Twitter menanggapi dengan menutup 35 akun dalam daftar, menurut pernyataan yang sama
Arab Saudi dan sekutu Teluknya, serta AS dan negara-negara lain, menuduh Iran mengekspor ideologi ekstremis dari ulama yang berkuasa dan mendukung gerakan teroris seperti Hizbullah dan Al-Qaeda untuk mengguncang tetangganya.