Sebanyak 41 perusahaan senjata di AS membukukan nilai US$285 miliar dengan kenaikan 1,9 persen tahun-ke-tahun
Kunjungan itu dilakukan seminggu setelah negosiasi antara Iran dan negara-negara besar dilanjutkan di Wina untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir 2015.
Teguran itu datang ketika para diplomat menghentikan putaran ketujuh pembicaraan internasional yang bertujuan menghidupkan kembali kesepakatan nuklir Iran 2015.
Iran telah menyerahkan rancangan (draft) penghapusan sanksi dan komitmen nuklir ke Uni Eropa, di tengah upaya dunia mengembalikan Iran ke dalam Pakta Nuklir.
Iran dan negara-negara besar sedang mencoba, dalam pembicaraan di Wina, untuk menghidupkan kembali kesepakatan 2015 di mana Teheran membatasi program nuklirnya dengan imbalan bantuan dari sanksi ekonomi AS, Uni Eropa dan PBB.
Pengumuman itu tampaknya melemahkan pembicaraan tidak langsung antara Iran dan Amerika Serikat (AS).
Israel sangat khawatir kekuatan dunia akan menghapus sanksi terhadap Iran dengan imbalan pembatasan yang tidak memadai pada program nuklir Negeri Para Mullah itu.
Pendahulu Biden, Donald Trump, meninggalkan kesepakatan pada 2018 dan menerapkan kembali sanksi AS. Keputusan itu lantas membuat Iran mulai melanggar batas nuklirnya.
Kelompok Syiah yang didukung Iran terus mengancam serangan teroris dan memberikan dukungan kepada organisasi teroris dan menimbulkan ancaman nyata dan kredibela bagi Australia.
Negosiasi tidak langsung akan dimulai pada 29 November mendatang terkait upaya menghidupkan kembali kesepakatan nuklir 2015.