Jumlah infeksi harian hampir dua kali lipat dalam sebulan terakhir ketika Iran memerangi gelombang ketiga virus mematikan itu.
Pengumuman dua minggu sebelum pemilihan menunjukkan tingkat kewaspadaan di antara para pejabat tinggi AS bahwa aktor asing berusaha merusak kepercayaan AS.
Wakil Menteri Kesehatan Iran, Iraj Harirchi mengakui bahwa angka kasus Covid-19 di negara tersebut tidak mencerminkan jumlah sebenarnya.
Afghanistan telah menderita ketidakamanan dan ketidakstabilan dari invasi bekas Uni Soviet ke negara itu pada tahun 1979 hingga kehadiran pasukan AS saat ini.
Iran akan menjual senjata ke negara-negara yang dibenci oleh Amerika Serikat (AS), jika mereka memintanya.
Penjualan senjata ke Iran akan melanggar resolusi PBB dan mengakibatkan sanksi, beberapa jam setelah Teheran mengumumkan, embargo PBB yang sudah lama pada perdagangan senjata dengan republik Islam itu telah berakhir.
Armenia dan Azerbaijan dilaporkan saling menyerang karena melanggar gencatan senjata kemanusiaan baru dalam memperebutkan daerah kantong pegunungan Nagorno-Karabakh,
Pernyataan tersebut memperjelas bahwa pembatasan pencabutan senjata dan larangan perjalanan dirancang untuk menjadi otomatis tanpa diperlukan tindakan lain.
Ketegangan antara Washington dan Teheran telah meningkat sejak Presiden AS, Donald Trump pada 2018 secara sepihak menarik diri dari kesepakatan itu.
Dua pelabuhan Iran dilaporkan terkena serangan siber besar-besaran, yang menargetkan sistem elektronik tempat tersebut.