Sejak koalisi melakukan intervensi hampir tujuh tahun lalu untuk mendukung pemerintah Yaman, Arab Saudi secara teratur menuduh Iran memasok senjata canggih kepada Huthi dan Hizbullah melatih para pemberontak.
Nama-nama rudal yang ditembakkan selama latihan militer di selatan negara itu adalah Emad, Ghadr, Sejjil, Zalzal, Dezful dan Zolfaghar dan jangkauannya bervariasi antara 350 km dan 2.000 km (220-1.250 mil).
Dalam langkah yang tidak biasa, pernyataan Rabu malam dari Armada ke-5 Angkatan Laut Bahrain yang berbasis di Bahrain menyalahkan Iran karena mengirim senjata.
Putra mahkota Arab Saudi mengatakan kepada pertemuan tahunan para pemimpin Teluk sebelum komunike terakhir dikeluarkan bahwa program nuklir dan rudal musuh lama Iran harus ditangani dengan serius dan efektif.
Pernyataan itu menawarkan penilaian pesimistis terhadap upaya untuk menghidupkan kembali kesepakatan di mana Iran telah membatasi program nuklirnya dengan imbalan bantuan dari sanksi ekonomi AS, Uni Eropa dan PBB.
Keprihatinan bersama tentang aktivitas Iran adalah salah satu alasan formalisasi hubungan Israel-UEA tahun lalu di bawah inisiatif regional yang dipimpin Amerika Serikat (AS) yang dikenal sebagai Kesepakatan Abraham.
Negosiasi untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir Iran 2015 diperkirakan akan dilanjutkan pada Kamis (9/12), menurut keterangan Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Yves Le Drian
Israel kerap kali melakukan serangan terhadap pasukan Iran di Suriah, termasuk Hizbullah Lebanon yang dikerahkan selama dekade terakhir untuk mendukung Presiden Bashar al-Assad dalam perang Suriah.
Sebanyak 41 perusahaan senjata di AS membukukan nilai US$285 miliar dengan kenaikan 1,9 persen tahun-ke-tahun