Penghapusan kuota bukan berarti liberalisasi impor. Negara harus hadir dengan instrumen yang memperkuat sisi penerimaan, seperti sistem tarif progresif, lelang izin impor terbuka, serta penguatan pengawasan agar tidak ada manipulasi harga dan data kebutuhan pangan.
Trump Umumkan Penghentian Sementara Tarif Puluhan Negara, Pasar Saham Lega
Survei: 73% Warga AS Perkirakan Kenaikan Harga Disebabkan oleh Tarif Trump
Berisiko Resesi, AS Naikkan Tarif ke China Jadi 104%, China Juga Naik Jadi 84%
Ini keputusan yang patut diapresiasi karena membawa efek positif terhadap stabilitas pasar global.
Brasil, Mesir, dan Singapura, Mungkin Bakal Menangkan Serangan Tarif Trump
Atasi Kesenjangan Perdagangan, Vietnam akan Beli Produk Pertahanan AS
Seperti China, Uni Eropa Juga Terapkan Tarif Balasan kepada AS
Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang juga sebagai presiden RI ke-5 itu juga turut membahas terkait kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
AS menjadi negara tujuan ekspor terbesar kedua Indonesia setelah China, hingga tarif impor Trump sebesar 32% menjadi sumber risiko bagi RI