Peluang Presiden Jokowi untuk menang dalam kontestasi Pilpres 2019 mendatang dinilai tipis. Alasannya, pemerintahan Jokowi disebut banyak membuat kesalahan.
Partai Golkar tidak mau ambil pusing soal dukungan Partai Demokrat terhadap pasangan Jusuf Kalla-Agus Harimurti Yudhoyono (JK-AHY) sebagai calon wakil presiden dan wakil presiden pada kontestasi Pilpres 2019 mendatang.
Partai Demokrat menggulirkan dukungan terhadap pasangan Jusuf Kalla-Agus Harimurti Yudhoyono (JK-AHY) sebagai calon wakil presiden dan wakil presiden pada kontestasi Pilpres 2019 mendatang.
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendukung penuh Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar sebagai cawapres mendampingi Presiden Jokowi pada Pilpres 2019.
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut meraih 18,2 persen, unggul atas Joko Widodo (14,7 persen), Prabowo Subianto (12,3 persen)
Partai Demokrat sedang menggalang poros ketiga dengan membentuk koalisi kerakyatan dalam menghadapi kontestasi Pilpres 2019 mendatang.
Partai Demokrat sedang menggalang poros ketiga dengan membentuk koalisi kerakyatan dalam menghadapi kontestasi Pilpres 2019 mendatang.
Presidential threshold (PT) atau ambang batas pencalonan presiden dan wakil presiden dari 20 persen dinilai bertentangan dengan konstitusi.
"2019 Ganti Presiden" menjadi jualan partai oposisi dalam menghadapi kontestasi Pilkada 2018 dan menjelang Pilpres 2019 mendatang. Masihkah laku jualan "2019 Ganti Presiden" menjelang Pilpres 2019?
Kontestasi Pilpres 2019 dinilai tidak akan menarik dan bahkan lesu.