Di tengah virus corona, negara-negara Teluk bergantung pada impor makanan antara 80% hingga 90% dari permintaan lokal mereka.
Jatuhnya harga yang mengejutkan ini, dipicu oleh perang harga minyak antara Rusia dan Arab Saudi bulan lalu, mengancam akan membuat industri minyak AS bangkrut
Iran sudah mengirimkan 135 juta metrik ton barang dan produk non-minyak mentah ke negara lain antara Maret 2018 dan Maret 2020.
Hal ini meningkat sepuluh kali lipat dibanding periode sama 2019 yang hanya berhasil membukukan sebanyak 1,7 ribu ton dengan perolehan nilai ekonomi Rp14,4 miliar.
Syahrul mengapresiasi para petani dan pelaku usaha agribisnis di Sumatera Utara yang tetap aktif mengekspor rempah-rempah Indonesia seperti pala yang memiliki permintaan sangat tinggi dari negara negara lain, khususnya di tengah pandemi COVID-19.
Peran Kostratani menjadi sangat penting dalam meningkatkan produksi pertanian dan ekspor berbasis IT.
Komoditas yang mengalami permintaan tinggi ialah komoditas sub sektor perkebunan, seperti kopi dan minyak sawit, produk hortikultura dan tanaman pangan lainnya.
Permintaan pasar tertinggi di musim wabah Covid-19 ini berasal dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Malang dan kota lain di luar Jawa. Selain dalam negeri, Daryati juga rutin ekspor ke Suriname, Belanda dan Malaysia.
Bahkan, di tengah wabah virus corona (COVID-19), permintaan fasilitasi ini tidak berhenti.
Asosiasi Produsen Baja Iran (ISPA) menunjukkan bahwa ekspor besi spons mengalami peningkatan dalam periode 11 bulan yang berakhir pada akhir Februari dengan sekitar 86%.