Partai Keadilan Sejahtera (PKS) diminta untuk mengkapitalisasi sembilan calon presiden (Capres) yang sudah disodorkan. Hal itu menjadi salah satu strategi pemenangan Pemilu 2019.
Bagi sejumlah pihak, politik adalah seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan, baik secara konstitusional maupun nonkonstitusional. Sehingga, berbagai macam cara dilakukan untuk meraih sebuah kekuasaan.
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) didorong untuk maju sebagai calon wakil presiden (Cawapres) di Pilpres 2019. Lalu siapa calon presiden (Capres) yang akan berdampingan dengan Cak Imin?
Sejumlah pengamat politik dan pakar akademisi menyebut calon presiden (Capres) yang didukung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dipastikan akan menang dalam kontestasi Pilpres.
Dengan total jumlah anggota DPR sebanyak 560 orang, maka setidaknya diperlukan 112 kursi untuk bisa mengusung seorang capres. Jelas PKS butuh partai koalisi.
Para kiai muda akan melakukan silaturahmi dengan berbagai elemen atau Banom NU agar searah dalam mengusung Cak Imin sebagai Cawapres pada Pilpres mendatang.
Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menangis ketika meminta KH Dimyati Rois menjadi Ketua Dewan Syura DPP PKB.
Sesepuh kiai se Jawa Timur (Jatim) mendukung Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) sebagai Cawapres 2019. Dukungan itu sebagai kerinduan sosok pemimpin bangsa Indonesia dari kalangan NU.
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah, Ploso, Kediri KH Nurul Huda Djazuli mengajak warga NU bersatu dan kompak mendukung Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin) sebagai Cawapres 2019.
Kepiawaian Cak Imin mengolah alur dan nalar politik sejak Orde Baru hingga reformasi, dapat kita baca dari indikator harmonisnya hubungan NU dan PKB.