Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) sebagai calon wakil presiden (Cawapres) dari tokoh muslim moderat yang memiliki elektabilitas tertinggi.
Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto disebut sebagai calon presiden (Capres) terkuat pada kontestasi Pilpres 2019 mendatang. Hal itu berdasarkan hasil survei yang dirilis Poltracking.
Berdasarkan hasil survei yang dirilis Poltracking Indonesia, hanya ada enam figur Cawapres yang memiliki elektabilitas di atas 5 persen. Hasil tersebut di luar Wakil Presiden Jusuf Kalla selaku incumbent.
Berdasarkan hasil survei dari 10 tokoh partai politik yang berpotensi maju sebagai Cawapres, hanya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Muhaimin Iskandar (Cak Imin) yang memperoleh elektabilitas di atas 10 persen.
Kandidat calon presiden (Capres) terkuat pada Pilpres 2019 hanya ada dua nama, yakni Presiden Jokowi dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.
Presiden PKS Muhammad Sohibul Iman (MSI) diminta mundur dari jabatannya. Hal itu menyikapi pidato MSI untuk mengajukan kader PKS sebagai Cawapres untuk mendampingi Presiden Jokowi.
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan siap untuk menjalankan amanah sebagai sebagai Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) untuk pemenangan Pilkada 2018 dan Pemilu 2019 Partai Demokrat.
Ketua Umum Partai Demokrat SBY memberikan mandat kepada putra sulungnya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Kogasma untuk Pilkada 2018 dan Pilpres 2019.
Partai Demokrat masih enggan bica soal calon presiden dan wakil presiden (Capres dan Cawapres) dalam kontestasi Pilpres 2019.
Kartu hijau sebagai pertanda kuatnya dukungan dari masyarakat bawah pada Cak Imin.