Kontroversi Duterte bermula dari dukungan dia secara terbuka terhadap pembunuhan-pembunuhan terhadap para bandit kriminal dan pedagang narkoba.
Komisi sebelumnya pernah menyelidiki kontribusi Duterte selama menjabat sebagai walikota atas tuduhan keterlibatannya dalam tim eksekusi yang menewaskan lebih dari seribu penjahat kecil di Davao.
Walau dikritik oleh pegiat hak asasi dan sejumlah negara Barat, Presiden Duterte tetap mempertahankan kebijakan tembak mati
Duterte pernah menjabat sebagai walikota Davao selama dua periode, dan dikenal dengan reputasinya yang membasmi kejahatan.
VFA ata Visiting Forces Agreeement yang ditandatangi pada 1998, merupakan status legal bagi ribuan personel pasukan Amerika Serikat
Pada Jumat (2/12), presiden asal Partai Republik itu, dikabarkan telah menelepon Presiden Filipina, Rodrigo Duterte dan mengundangnya ke Gedung Putih.
Duterte mengatakan perundingan bisa dilangsungkan jika para pemberontak berhenti melakukan aksi-aksi ilegal mereka.
Duterte diketahui menerima undangan Putin, sembari menunggu waktu yang tepat untuk berkunjung menemui dengan pemimpin Rusia tersebut.
Duterte menyatakan, kekagumannya dengan Rusia yang kembali menjalin hubungan dengan Filipina lantaran selama ini dianggap sebagai sekutu barat.
Najib mengatakan, usai menggelar pertemuan resmi, Perdana Menteri Najib Razak dan Presiden Duterte menghibur diri dengan berkaraoke bersama.