Namun Menteri Luar Negeri FIlipina, Perfecto R Yasay Jr, dalam pernyataan tertulis Senin (12/09) mengklarifikasi bahwa Duterte tidak pernah memberikan lampu hijau atas eksekusi
"Putang ina (anak lonte), saya akan mengutukmu di forum itu," kata Duterte yang ditujukan kepada Presiden Obama.
Amerika Serikat, sekutu dekat Filipina sebelumnya mengatakan sangat prihatin atas laporan tentang pembunuhan dan mendesak pemerintahan Duterte untuk menghargai norma hak asasi manusia.
Dari jumlah itu, 665 dibunuh dalam operasi yang sah sementara 889 lainnya oleh kelompok sipil bersenjata.
Para pengkritik Marcos berpendapat tidak tepat untuk memberi tempat terhormat kepada mantan presiden yang dituduh bertanggung jawab atas pembunuhan ribuan orang
Langkah ini diyakini sebagai jalan untuk mengakhiri konflik berkepanjangan di wilayah Filipina Selatan.
Duterte menjalani perawatan medis setelah kecelakaan sepeda motor di kompleks Malacañang awal bulan ini dan sakit punggung yang dia alami sejak lama sebatas kejang otot.