Presiden Filipina Rodrigo Duterte, menyebut pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, sebagai maniak yang bisa menghancurkan Asia dengan menyentuh perang nuklir
Dari hasil penumpasan itu, dari rumah Wali Kota Parojinog disita beberapa pucuk senjata dan obat terlarang sejenis sabu-sabtu.
Presiden Rodrigo Duterte minta publik untuk mendukung aturan pelarangan merokok nasional yang resmi dimulai hari Minggu kemarin
Sejak perang itu, lebih dari 500 orang tewas, termasuk 45 warga sipil dan 105 pasukan pemerintah.
Dosen Universitas Pertahanan ini menyampaikan pemahaman terhadap medan tempur menjadi basis utama pasukan dalam melakukan operasi perang menghadapi musuh.
Sulit untuk melawan orang-orang yang rela mati. Mereka telah merusak nama Tuhan dalam bentuk agama untuk membunuh banyak orang yang tidak bersalah, tanpa alasan.
Darang menceritakan dari ranjang rumah sakit, sementara kepala dan bahunya dibalut akibat luka pecahan peluru.
Bahkan Duterte mengatakan, tidak tahu soal itu sampai bantuan tersebut tiba untuk melawan ISIS di Marawi.
Sekitar 40 orang asing telah bertempur bersama militan Filipina di Kota Marawi, kebanyakan dari Indonesia dan Malaysia, meskipun beberapa berasal dari Timur Tengah.
Duterte bahkan siap membayar dan menyediakan tempat tinggal permanen, jika para pemberontak mau mengalahkan musuh pemerintah