Korea Utara Tembakkan Rudal Balistik Jarak Jauh dari Dekat Pyongyang
Pyongyang juga mengatakan akan meningkatkan pencegahan militernya terhadap Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan.
Pyongyang menuduh Washington mendorong ketegangan di kawasan itu ke "titik api perang lainnya".
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un telah memamerkan rudal berkemampuan nuklir dan drone serangan baru dalam parade militer besar-besaran di ibu kota Pyongyang.
Hal itu disampaikan Sergei Shoigu usai melakukan pembicaraan dengan Menhan Korut di Pyongyang pada Rabu (26/7).
Pyongyang mengancam pembalasan nuklir atas penyebaran militer AS yang meningkat di semenanjung.
Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Matt Miller juga mengutip sejarah Pyongyang yang menganiaya tahanan.
Amerika Serikat (AS), Korea Selatan, dan Jepang berjanji untuk bekerja sama dengan komunitas internasional memperketat sanksi terhadap Pyongyang.
Rambut palsu dan pupuk berada di urutan pertama dan menjadi pengiriman utama Negeri Tirai Bambu ke Pyongyang.
Departemen Luar Negeri AS mengatakan, Pyongyang akan melanggar hukum internasional jika meluncurkan satelit mata-mata militer.