Surplus Juni ini terdiri atas surplus nonmigas sebesar USD 4,41 miliar dan defisit migas USD 0,96 miliar.
Kemendag telah melakukan berbagai langkah strategis, di antaranya dengan memberikan relaksasi kebijakan terhadap jenis produk tersebut.
Ekspor non migas Indonesia pada Maret 2023 mencapai USD22,16 miliar, naik 9,71% dibanding Februari 2023
Neraca Perdagangan urplus US$4,53 miliar pada Maret 2022 yang disumbang dari sektor nonmigas sebesar US$6,62 miliar
Perjalanan pembangunan sektor industri manufaktur di tahun 2021 masih diwarnai dengan gejolak dan tantangan akibat pandemi COVID-19.
ekspor nonmigas menyumbang 94,35 persen dari total keseluruhan ekspor periode Januari – Juli 2021.
Pada periode 27 Juli 2021—23 Desember 2021, sebanyak 39 perwadag secara bergilir akan menyampaikan informasi hasil pengamatan pasar di negara akreditasi masing-masing.
Adapun secara kumulatif, ekspor nonmigas selama Januari-Juni mengalami kenaikan sebesar 94,35 persen, dimana sektor pertanian mencapai 1,95 dollar atau mengalami peningkatan sebesar 14,05 persen.
Pandemi yang melanda Indonesia di awal tahun 2020 mengakibatkan pertumbuhan sektor industri pengolahan nonmigas mengalami penurunan sebesar 158% dari 4,34% menjadi minus 2,52%.
Pertanian sukses menyumbangkan angka ekspor terhadap nonmigas sebesar 94,36 persen.