Untuk mengantisipasi potensi polarisasi tersebut, rangkaian hari Bhayangkara ke-76 Polri mengangkat tema persatuan dan kesatuan serta menjaga dan mengawal keberagaman sebagai potensi untuk membangkitkan perekonomian masyarakat dan mengembangkan potensi pemuda dan pemudi Indonesia yang akan memimpin Indonesia di masa depan.
Pembenahan tetap harus diperlukan, sehingga Polri bisa semakin mendapat tempat di hati masyarakat.
Tentunya doa lintas agama, malam ini, menjadi sesuatu yang sangat penting. Karena memang, doa ini menjadi salah satu ikhtiar batiniah dari apa yang kita lakukan, selain upaya lahiriah yang selama ini mungkin sudah kita laksanakan bersama.
HUT Bhayangkara ke-76 tepat jatuh pada 1 Juli 2022.
Listyo mengenang Tjahjo sebagai sosok yang punya kontribusi terhadap perbaikan Polri.
Puan Maharani berharap Polri semakin profesional di usianya yang ke-76.
Kegiatan kali ini merupakan bagian penghormatan kita, terhadap para pahlawan nasional yang telah berjasa pada saat memperjuangkan kemerdekaan. Dan juga banyak senior-senior yang tentunya dimakamkan di taman makam pahlawan ini.
Kapolri berharap, rumah kebangsaan ini dapat dijadikan tempat atau wadah bagi para pemuda dan mahasiswa Indonesia berdiskusi memecahkan masalah terkait isu-isu terkini. Serta, menggagas konsep untuk terus menjaga serta mempertahankan persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia demi mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Kegiatan ini untuk memecahkan rekor MURI dengan bersepeda sepanjang 508 Km, yang dimana titik start dimulai dari Lapangan Bhayangkara Polri dan akan berakhir finish di Akpol Semarang.
Ini menjadi tonggak besar lain dalam sejarah bersepeda Indonesia menempuh 508 kilometer beregu dalam 24 jam, dengan titik start Lapangan Bhayangkara dan finish di Akpol Semarang. Artinya, jarak yang harus tertempuh para peserta dalam setiap jamnya kurang lebih 21,16 kilometer.