Penelitian yang dilakukan sekelompok peneliti di Inggris menemukan bahwa, terjadi penurunan motilitas sperma pada orang yang pernah terinfeksi Covid-19.
Varian ini berhasil menghindari beberapa respons imun, katanya, yang berarti bahwa program booster yang diluncurkan di banyak negara harus ditargetkan pada orang dengan sistem kekebalan yang lebih lemah.
Otoritas Kesehatan Masyarakat Arab Saudi (Weqaya) juga mendesak semua orang yang tiba di negara itu, termasuk mereka yang divaksinasi penuh, untuk menghindari kontak sosial setidaknya selama lima hari.
Remaja putri yang anemi mengalami peningkatan dari 37,1 persen pada Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 menjadi 48,9 persen pada Riskesdas 2018, dengan proporsi anemia ada dikelompok umur 15-24 tahun dan 25-34 tahun.
Inggris melaporkan lonjakan kasus Omicron, yang menurut penasihat pemerintah bisa jadi hanya puncak gunung es. Pada Sabtu (18/12), walikota London menyatakan insiden besar untuk membantu rumah sakit kota mengatasinya.
Para menteri kesehatan regional Jerman telah mendesak pemerintah nasional pada Sabtu untuk memperkenalkan aturan yang lebih keras pada orang-orang yang datang dari Inggris, di mana varian virus corona Omicron telah memicu lonjakan infeksi.
Polri dan Nakes berkolaborasi menanggulangi Covid-19
Temuan ini menambah keraguan pada beberapa ahli, yang sebelumnya menyebut bahwa varian Omicron lebih ringan dan tidak akan membanjiri sistem perawatan kesehatan.
Hasil penelitian Imperial College London didasarkan pada data Badan Keamanan Kesehatan Inggris dan Layanan Kesehatan Nasional pada orang-orang yang dites positif COVID-19 dalam tes PCR di Inggris antara 29 November dan 11 Desember.
Mereka yang terkonfirmasi terbaru adalah IKWJ 42 tahun, laki-laki, perjalanan dari Amerika Selatan. Kemudian M, 50 tahun, laki-laki, perjalanan dari Inggris.