Partai Demokrat sedang menggalang poros ketiga atau kekuatan baru yang disebut koalisi kerakyatan dalam menghadapi Pilpres 2019 mendatang. Wacana poros ketiga itu dinilai akan menggerus elektabilitas Presiden Jokowi.
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendukung penuh Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar sebagai cawapres mendampingi Presiden Jokowi pada Pilpres 2019.
Partai Demokrat mengaku lebih senang jika poros ketiga atau poros baru bisa dibentuk dengan sejumlah partai politik untuk mengusung pasangan Capres dan Cawapres di Pilpres 2019.
Kandidat calon presiden dan calon wakil presiden (Capres dan Cawapres) yang lebih cepat untuk mengumumkan maju dalam kontestasi Pilpres 2019 dinilai lebih berpeluang untuk menang.
Di tengah sepinya bursa Pilpres 2019, DPC PKB Banyumas mendorong duet Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar sebagai pasangan Capres 2019.
Sejumlah pihak menyebut Pilkada 2018 terasa seperti Pilpres 2019. Apakah benar Pilkada 2018 rasa Pilpres 2019?
Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) KH Dimyati Rois menegur Muhaimin Iskandar (Cak Imin) yang terkesan “one man show” dalam upayanya sebagai calon Wakil presiden (Cawapres) 2019 mendampingi Presiden Jokowi di Pilpres 2019.
Meski sudah mendekati pendaftaran calon presiden dan calon wakil presiden (Capres dan Cawapres), koalisi partai politik belum juga dapat dipastikan hingga menit-menit terakhir pendaftaran pada Agustus mendatang.
Posko Jokowi-Muhaimin Iskandar (JOIN) untuk Pilpres 2019 mulai membanjiri sejumlah wilayah di Indonesia. Pembentukan posko tersebut merupakan atas inisiatif dari masyarakat.
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) meluruskan pemberitaan soal ajakan Ketua Umum PPP Romahurmuziy (Romi) untuk berkoalisi dengan Presiden Jokowi.