Total nilai perdagangan di awal perdagangan mencapai Rp 145 miliar dengan volume 369 juta lot, dan frekuensi transaksi 8.272 kali
Frekuensi saham ditransaksikan sebanyak 6.068 kali dengan total volume perdagangan sebanyak 333,3 juta lembar saham senilai Rp 128,8 miliar
Frekuensi saham ditransaksikan sebanyak 128.340 kali dengan total volume perdagangan sebanyak 5 miliar lembar saham senilai Rp 2,4 triliun
Setelah mengembangkan sektor prioritas, baru setelah itu mengembangkan sektor-sektor lain.
Perdagangan hari ini tercatat dengan volume 6,251 miliar saham senilai Rp 4,389 triliun
Tiga sektor yang mengalami penurunan terbesar adalah aneka indutstri, pertambangan, dan perdagangan
Frekuensi saham ditransaksikan sebanyak 138.810 kali dengan total volume perdagangan sebanyak 10,122 miliar saham senilai Rp 2,781 triliun
Frekuensi saham ditransaksikan sebanyak 108.100 kali dengan total volume perdagangan sebanyak 10,013 miliar saham senilai Rp 3,857 triliun
Frekuensi saham ditransaksikan sebanyak 152.391 kali dengan total volume perdagangan sebanyak 6,111 miliar saham senilai Rp 3,342 triliun
Maraknya penyimpangan perdagangan yang menunggangi kebijakan impor menunjukkan bahwa jaringan kartel di Indonesia masih sangat kuat.