Jadi Mas Hasto ini memang sekali lagi menegaskan bahwa dirinya adalah sekjen yang brutal, dia ini brutal karena menyebarkan hoaks tentang pidato Pak Jokowi, dia menyebut pidato itu berbahaya bagi demokrasi dan penegakan hukum.
Jokowi mengatakan sikap Megawati maupun SBY yang tidak memenuhi undangan dari Kementerian Sekretariat Negara harus dihargai
Defisit RAPBN 2025 tersebut lebih tinggi dibandingkan APBN 2024.
Dia juga menganggarkan Rp919,9 triliun untuk transfer ke daerah
Yang saya tangkap pidato Pak Jokowi tidak terlalu lugas. Materi pidatonya juga terlalu irit, bahkan masalah hukum pun yang disinggung hanya soal-soal normatif.
Tongkat estafet itu (diserahkan) karena dengan keyakinan pak Prabowo dan pak Gibran akan meneruskan apa yang selama ini sudah diletakkan sebagai catatan penting pembangunan di Indonesia.