. Akibat dari persaingan tersebut, petani bawang putih Pacet sedikit demi sedikit mulai beralih ke komoditas lain yang diusahakan, seperti ubi, bawang merah dan komoditas lainnya.
Alokasi anggaran Direktorat Jenderal Hortikultura sebagian besar adalah untuk pengembangan komoditas strategis yakni cabai dan bawang.
Sementara, dalam pengendalian OPT ramah lingkungan, peran musuh alami seperti parasitoid, predator dan cendawan entomapatogen yang diketahui dapat menekan serangan OPT pada tanaman bawang merah perlu dimanfaatkan secara maksimal.
Sebelumnya, daerah ini terkenal dengan kentang, namun saat harga kentang jatuh dan ada penawaran tanam bawang putih dan harganya bagus, petani mulai tertarik menanam.
Kurun 3 tahun terakhir Kementan terus berupaya menggeliatkan bawang putih nasional melalui skema APBN, wajib tanam importir dan swadaya petani.
Sayangnya, petani Indonesia justru cenderung menjual bawang putih yang siung besar dengan dalih harganya lebih tinggi. Sedangkan yang siung kecil, sekitar 1 gram, dijadikan benih untuk budi daya.
Selama ini kawasan Argapura dikenal sebagai sentra sayuran terbesar di Majalengka.
Dengan menerapkan prinsip-prinsip budi daya organik, kualitas panen bawang merah jauh lebih bagus dibandingkan menggunakan cara-cara konvensional.
Dengan bermodalkan biaya produksi sekitar Rp100 juta per hektare, petani dapat mengantongi keuntungan sekitar Rp125 juta per hektare.
Pemilihan varietas bawang merah bauji karena memiliki produktivitas tinggi, tahan terhadap serangan hama penyakit.