Kementan kini memiliki langkah strategis dalam pemenuhan kebutuhan konsumsi bawang putih secara nasional sekaligus sebagai substitusi impor yang cenderung menurun setiap tahunnya.
Bawang merah Glowing asal Bantul ini memiliki ukuran yang lebih besar, dengan warna merah bening sehingga sangat menarik jika dibandingkan dengan bawang merah yang lain.
Setelah membantu biaya distribusi jagung dari wilayah Nusa Tenggara Barat ke Jawa Timur, dan Jawa Tengah beberapa waktu lalu, BKP kembali memfasilitasi distribusi dua komoditas pangan yaitu bawang merah dan daging ayam.
Varietas bawang merah Bima Brebes dan Tajuk merupakan hal baru bagi penyuluh dan anggota kelompok tani di Kapanewon Piyungan, Kabupaten Bantul.
Kebijakan impor bawang putih untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri sebanyak 76.568 ton oleh Kementerian Perdagangan pada Mei 2021 ini jangan dijadikan alasan untuk terus menerus bergantung pada produk impor.
Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto begitu optimis jika ketersediaan bawang hingga lebaran Idul Adha nantinya tersedia cukup.
Saat ini Kabupaten Demak menyumbang sekitar tiga persen dari total produksi bawang merah nasional termasuk 0,2 persen untuk produksi cabai besar nasional.
Perhatian Kementan terhadap kabupaten yang dikenal negeri seribu gua itu diwujudkan dengan adanya dukungan APBN pengembangan Kawasan sayuran dan tanaman obat.
Mentan juga menginginkan agar petani Enrekang yang gigih menjadi role model bagi petani di daerah-daerah lain.
Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) berharap harga bawang merah lebih terjangkau, pasca beroperasinya gudang Sistem Resi Gudang (SRG) bawang merah di Brebes, Jawa Tengah beberapa waktu lalu.