Kementerian Pertanian terus menggalakkan Gerakan Percepatan Olah Tanah dan Tanam (GPOT)
Petani cabai asal Purbalingga telah melakukan budidaya cabai menggunakan rain shelter sejak tahun 2007. Sepanjang pengalamannya hampir tidak pernah gagal.
Kementan menargetkan percepatan tanam dengan total luas lahan area sebesar 5,6 juta hektare.
Insan pertanian harus meningkatkan produktivitas, serta menurunkan biaya pertanian menuju pertanian berbiaya rendah agar kebutuhan pangan 267 juta jiwa penduduk Indonesia terpenuhi.
Luas tanam padi Sumbar bulan Juni 2020 seluas 51.474 hektare dan target bulan Juli ini seluas 58.756 hektare. Pihaknya optimistis untuk kejar tanam sampai bulan September 2020.
Kedelai menjadi salah satu komoditas tanaman pangan yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat di Indonesia.
Dengan adanya informasi prakiraan iklim yang akurat, maka kemungkinan terjadinya gagal panen dapat dihindari dengan cara menyesuaikan sistem budidaya atau manajemen pola tanam.
Percepatan tanam ini gunanya untuk mengamankan produksi dan menjaga stabilitas pangan serta mengantisipasi musim kering yang akan mencapai puncaknya pada Agustus 2020.
Pola tanam tumpangsari cabai dengan tanaman lain telah terbukti dapat mengurangi risiko serangan OPT.
Wabah Covid-19 yang melanda hampir semua negara didunia termasuk Indonesia sangat berdampak yang cukup besar bagi kondisi ekonomi masyarakat.