Bahkan, di tengah wabah virus corona (COVID-19), permintaan fasilitasi ini tidak berhenti.
Asosiasi Produsen Baja Iran (ISPA) menunjukkan bahwa ekspor besi spons mengalami peningkatan dalam periode 11 bulan yang berakhir pada akhir Februari dengan sekitar 86%.
Meskipun pasti perlu waktu untuk masa recovery. Dukungan pemerintah akan terus ada demi kemajuan dan kesejahteraan petani hortikultura
Tercatat pada triwulan I/ 2020 mampu membukukan ekspor sebanyak 1,1 ribu ton, meningkat 6,1%
Berdasarkan sektornya, hanya ekspor pertanian yang mengalami kenaikan secara bulanan maupun tahunan.
Nilai ekspor pada Maret mencapai US$14,09 miliar atau naik 0,23 persen dibandingkan bulan sebelumnya
Dari data sertifikasi ekspor di Karantina Pertanian Pontianak, tercatat tren peningkatan pengiriman komoditas ini keluar negeri. Di tahun 2018 tercatat sebanyak 10.896 batang dengan nilai Rp25,8 juta.
Ekspor tersebut mengalami peningkatan yang signifikan jika dibandingkan ekspor tahun lalu. Dengan tujuan negara yang sama, tercatat sepanjang tahun hanya 13 kali dengan volume 170 ton.
Sebanyak 0,6 ton larva BSF dengan nilai Rp44,5 juta dengan tujuan Jepang, dan larva kering sebanyak 1,4 ton senilai Rp857,6 juga tujuan Inggris telah dikirimkan pada periode Januari hingga Maret 2020.
Sebanyak 2,1 ton dengan nilai ekonomis Rp1,98 miliar tercatat untuk permohonan ekspor di triwulan pertama tahun 2020. Hal ini meningkat sebanyak 12% pada periode yang sama di tahun sebelumnya.