Seharusnya Ibu Risma dan jajaran Kemensos berkordinasi dan saling kroscek, baru berkomunikasi dengan Himbara
Menteri Sosial Tri Rismaharini memastikan negara hadir memberikan perlindungan kepada anak-anak tersebut.
Risma mengatakan status kependudukan berubah tiap bulan. Pemerintah harus merubah data agar penerima yang sudah meninggal tidak dapat bansos lagi.
Pemerintah belum menemukan formula yang tepat dalam menentukan masyarakat yabg benar-benar membutuhkan bantuan.
Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK Pahala Nainggolan menyampaikan peringatan itu lewat surat yang telah dikirimkan ke Kemensos.
Risma (begitu panggilan akrabnya) menambahkan, kemiskinan bisa juga disebabkan oleh keterbatasan dalam penguasaan terhadap alat produksi.
Menurut kajiannya, untuk melaksanakan program kepedulian sosial untuk anak-anak yatim/piatu korban covid-19, cukup melalui mekanisme realokasi internal anggaran Kemensos tahun 2021.
Program sembako bagi keluarga dan anak-anak yatim/piatu tersebut bisa menggunakan alokasi anggaran dalam Program Perlindungan sosial yang hingga 30 Juli 2021 masih tersisa Rp 96 Triliun.
Perintah Ibu Mensos kepada kami untuk cek ke lapangan dan memastikan, bantuan tepat harga, tepat kualitas dan tepat sasaran.
Kemensos bermitra dengan Perum Bulog dalam penyaluran bantuan beras 10 kg untuk 10 juta KPM PKH, 10 juta KPM BST dan 8,8 juta KPM Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT)/Kartu Sembako non PKH.