Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo mengancam akan menjatuhkan lebih banyak sanksi terhadap Iran atas penanganan negara atas kerusuhan baru-baru ini, meskipun kerusuhan itu diyakini merupakan hasil dari sanksi unilateral Washington terhadap Iran.
pernyataan yang dibuat oleh Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo tentang dukungan AS terhadap negara Iran juga salah satu penyebabnya.
Pengumuman Pompeo ini akan menjadi modal politik Netanyahu untuk tetap berkuasa setelah dua pemilihan Israel yang tidak meyakinkan dan tuntutan pidana atas tuduhan korupsi, yang ia bantah.
Mike Pompeo mengatakan, pernyataan AS sebelumnya mengenai pemkiman di Tepi Barat yang dikuasai Israel sejak perang tahun 1967 di masa lalu juga tidak konsisten.
Pernyataan AS sebelumnya mengenai pemkiman di Tepi Barat yang dikuasai Israel sejak perang tahun 1967 di masa lalu juga tidak konsisten.
Pernyataan Pompeo itu tak lama setelah Teheran mengumkan akan memulai kembali pengayaan uranium di situs tersebut sebagai bagian untuk mengurangi kepatuhan di bawah kesepakatan nuklir 2015.
Pompeo mengatakan pendapat itu tidak memajukan proses perdamaian dan Washington tidak akan lagi mengambil posisi pada legalitas mereka. Ia menyebut pendirian AS saat ini tidak semata-mata tidak konsis
AS tidak memenuhi syarat atau berwenang untuk membatalkan resolusi legitimasi internasional dan tidak memiliki hak untuk memberikan legitimasi apa pun kepada permukiman Israel.
Iran mulai menjatah bensin dan secara substansial meningkatkan harga bahan bakar. Konon pendapatan tersebut akan digunakan untuk membantu warga negara itu yang kurang mampu.
China harus dikonfrontasi daripada dimanjakan di berbagai bidang, termasuk praktik perdagangan, catatan hak asasi manusia dan klaimnya di Laut Cina Selatan dan menuju Taiwan.