Milley juga berharap Pemerintah China mengizinkan tim untuk menyelidiki asal usul COVID-19 untuk membantu pengungkapan dari mana virus tersebut berasal.
Stasiun televisi milik pemerintah China, CCTV menyerang Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo, setelah menuduh virus corona baru (Covid-19) berasal dari laboratorium yang bocor di Kota Wuhan, Hubei.
Trump sedang menugaskan mata-mata untuk mencari tahu lebih lanjut asal-usul virus, yang pada awalnya disebut muncul di pasar Wuhan yang menjual hewan-hewan eksotis, tetapi sekarang diperkirakan berasal dari laboratorium penelitian virus di dekatnya.
Pompeo mengatakan setuju dengan pernyataan intelijen AS bahwa COVID-19 bukan buatan manusia atau dimodifikasi secara genetik berdasarkan pada konsensus ilmiah yang luas.
Dunia menyadari bahwa Teheran tidak dapat diizinkan untuk menjual sistem senjata sementara negara itu terus mendatangkan malapetaka di Timur Tengah.
Pompeo juga mencatat bahwa Washington memantau dengan cermat situasi di Korea Utara mengenai risiko virus corona (COVID-19) dan juga denuklirisasi negara itu.
Pompeo mengklaim, teknologi yang digunakan untuk meluncurkan satelit itu kompatibel dengan yang digunakan untuk meluncurkan rudal balistik, dengan mengatakan program rudal berbahaya Iran perlu dibatasi.
Dalam sepucuk surat kepada Presiden Donald Trump, mereka menyerukan pemulihan segera dana AS, yang ditangguhkan Trump pekan lalu dengan dalih WHO sebagai China senteris.
Mousavi juga menepis pernyataan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Jerman, Christofer Burger yang mengatakan program roket Iran memiliki efek destabilisasi di kawasan itu tersebut.
Mantan Direktur Badan Intelijen Pusat (CIA) itu juga menuduh China gagal melaporkan penularan virus dari manusia ke manusia.