Direktorat Jenderal Hortikuktura terus berjalan meskipun ditengah badai pandemi. Hal ini tak lain bertujuan mendorong petani terus bersemangat di lahan sehingga kebutuhan pangan negeri ini tetap tercukupi.
Para petani akan ditopang dengan pasar yang lebih luas
Sekolah lapang diikuti 20 petani yang berasal dari Poktan Maju Makmur Desa Klumpit, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban ditambah pemandu lapang sebanyak 3 orang.
Peran duta milenial dan P4S di masyarakat sangat penting untuk mentransfer ilmu kepada petani sesuai perkembangan dunia pertanian saat ini.
Perusahaan ini bermitra dengan kelompok tani salak pondok dengan nama Paguyuban Petani Salak Turindo. Luas lahan dari paguyuban sebanyak 150 ha.
Petani sering kali mendapatkan kualitas benih padi yang kurang memuaskan. Padahal, benih yang digunakan tersebut sudah berlabel dan juga bersertifikat.
Kelompok tani ini merasakan manfaat nyata dari budidaya hortikultura secara organik.
Pemerintah mengapresiasi upaya para start up pertanian, pelaku usaha dan pihak lain yang perduli dengan petani.
Petani tidak memiliki posisi tawar yang kuat untuk menentukan harga.
Pola Satu Manajemen (PSM), gagal menyejahterakan petani.