Tantangan pangan kian kompleks, peran petani dalam pemenuhan pangan bagi lebih dari 273 juta jiwa masyarakat Indonesia pun kian meningkat.
Karlin, berhasil mengembangkan inovasi pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan yaitu dengan melakukan sistem budidaya padi tanpa menggunakan bahan racun kimia sintetik .
Kementan memiliki program yang sangat krusial untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional, yaitu melalui program food estate (lumbungn panga) yang kini tengah giat dilakukan di Provinsi Kalimantan Tengah.
Pemberian benih ini bertujuan agar petani di Kabupaten Pesawaran bisa memproduksi cabai dengan benih hibrida sehingga produktivitas yang dihasilkan lebih tinggi.
Pengujian benih ditujukan untuk mengetahui kualitas dan mutu benih. Juga termasuk agar petani terhindar dari berbagai kerugian selama masa budidaya pertaniannya.
Penyuluh Pertanian BPP Batang Asai, Damroh mengatakan tanam perdana kali ini cukup luas dan menggunakan system tanam padi jajar legowo.
Terhitung sampai bulan September 2020 hasilnya mencapai 4 hektare.
Dengan Propaktani petani kedepannya tidak lagi menjual gabah basah tetapi dikeringkan dengan oven dan digiling menjadi beras medium dan premium sesuai pesanan pasar.
Asuransi Pertanian, serta berkasil membuka Ekspor Komoditas Petani dan Nelayan meskipun pandemi Covid-19
KPB terintegrasi dengan Kredit Usaha Rakyat (KUR), dan juga bisa digunakan untuk mendapatkan pupuk.